RINGKASAN
MATERI ALGORITMA
SEMESTER 1
PENGENALAN
ALGORITMA
· Algoritma adalah urutan langkah-langkah logis penyeselaian masalah yang
disusun secara sistematis dan logis.
FLOWCHART
Suatu flowchart adalah suatu representasi secara diagram yang mengilustrasikan
urutan dari operasi yang dilakukan untuk mendapatkan suatu hasil.
Dengan kata lain, flowchart membantu
kita untuk mengerti dan melihat bentuk algoritma dengan menampilkan algoritma
dalam simbol-simbol gambar.
CASE SENSITIVE
Pada C++, huruf kecil dan huruf
kapital pada suatu pengenal dianggap tidak sama.
Sifat ini dikenal dengan case
sensitive. Maka dari itu pengenal seperti NAMA, nama, Nama
merupakan tiga pengenal yang berbeda.
TIPE DATA
Tipe data dasar pada C++ meliputi :
o char
o int
o short
o long
o float
o double
o long double
o string
o bolean
Tipe data yang berhubungan dengan
bilangan bulat adalah char, int, short dan long. Sedangkan yang lainnya
berhubungan dengan bilangan pecahan.
Tipe Data Dasar Pemrograman C++
• Bahasa C menyediakan programmer
dengan satu set tipe data untuk programmer menyimpan informasi dan membangun
tipe data yang bukan merupakan bagian dari bahasa itu sendiri. Tipe data yang
pertama kali disebut tipe built-in, dan selanjutnya disebut dengan tipe
user-defined atau tipe data yang telah ditetapkan
• Tiga dasar built-in tipe ini
adalah:
Character (char) seperti a,b,c,d
(alphabet)
Integer (Int) seperti 1,2,3,4
(Bilangan Bulat)
Floating Point Number (float)
seperti 20,12 (Bilangan real)
1. Identifier (Pengenal)
Identifier adalah suatu nama yang
biasa dipakai dalam pemrograman untuk menyatakan variabel, konstanta, tipe
data, dan fungsi.
Aturan untuk penulisan identifier
sama dengan aturan dalam pascal, antara lain:
• Tidak boleh dimulai dengan
karakter non huruf, contoh: (2x , 55) <------ salah.
(X2, XX, Var1) <----- benar.
• Tidak boleh ada spasi.
• Tidak boleh menggunakan
karakter-karakter ~ ! @ # $ % ^ & * ( ) + ` - = { } [ ] : " ; ' <
> ? , . / |
• Tidak boleh menggunakan reserved
words yang ada dalam C++
2. Tipe Data
Berikut ini tipe data yang ada dalam
C++
• Tipe data bilangan bulat:
o Tabel Tipe Data
Adalah tipe data yang tidak mempunyai titik decimal dan tidak diperbolehkan
menggunakan karakter koma antara dua bilangan.
Tipe Keterangan
o Char
Menyatakan
sebuah karakter seperti A, f, 9
o Int
Menyatakan
Bilangan bulat
o Long
Menyatakan bilangan bulat namun jumlahnya nilainya lebih banyak dari pada
biasanya, contohnya pada long int yaitu 2147483648 - 2147483647
o Short
Menyatakan Bilangan Bulat namun dengan nilai yang normal, contohnya pada
short int yaitu antara -32768 - 32767
• Tipe data bilangan real:
Tipe data bilangan real adalah
bilangan yang mengandung titik decimal sehingga
tipe data ini digunakan untuk menyatakan
suatu bilangan pecahan/decimal
Tipe Keterangan
o Double
Menyatakan bilangan real dengan
ketelitian tinggi (15 digit)
o Float
Menyatakan bilangan real dengan
ketelitian rendah (7 digit)
·
Tipe data unsigned
Tipe data unsigned mirip dengan yang
bukan unsigned. Bedanya adalah tipe data unsigned tidak mengenal nilai bilangan
negatif (nilainya selalu posisif).
• Tipe data unsigned:
- unsigned char
- unsigned int (integer)
- unsigned short (short integer)
- unsigned long (long integer)
Contoh Program Tipe Data Menggunakan C++
#include
#include
void main()
{
int x;
float y;
char z;
double w;
x = 10;
y = 9.45;
z = 'C';
w = 3.45;
cout<<"Nilai dari x
adalah : "<< x << endl;
cout<<"Nilai dari y
adalah : "<< y << endl;
cout<<"Nilai dari z
adalah : "<< z << endl;
cout<<"Nilai dari w
adalah : "<< w << endl;
getch();
}
DECISION
Decision atau Keputusan : Merupakan
suatu keadaan dalam dua nilai, yaitu true (ya) atau False (tidak).
Tujuan dari suatu decision adalah
melakukan perbandingan antara dua hal atau lebih untuk kemudian melakukan
eksekusi selanjutnya.
JENIS STRUKTUR SELEKSI
o Struktur seleksi sederhana (if)
o Struktur seleksi umum (if-else)
o Struktur seleksi tersarang (nested if)
o Struktur case-of
DECISION (Using IF dan else)
Pernyataan If mempunyai pengertian “jika kondisi bernilai benar, maka
perintah akan dikerjakana dan jika tidak memenuhi syarat maka akan diabaikan.
Contoh program:
Kasus : tentukan besarnya nilai bilangan , 2 dan 6 yang manakah nilainya
yang lebih besar.
Dari kasus diatas maka dapat dibuatkan program sebagai berikut:
#include <iostream.h>
#include <conio.h>
void main()
int angka;
cout<<"Program menentukan bilangan GENAP atau GANJIL";
cout<<"\nDengan menggunakan mod (%)";
cout<<"\n";
cout<<endl;
cout<<"Masukan sebuah bilangan : ";
cin>>angka;
if (angka % 2 == 0){
cout<<"Bilangan yang anda masukan adalah";
cout<<"\nBilangan GENAP.";
}else{
cout<<"Bilangan yang anda masukan adalah";
cout<<"\nBilangan GANJIL.";
}
getch();
}
FUNGSI
Sebuah fungsi berisi sejumlah
pernyataan yang dikemas dalam sebuah nama.
Selanjutnya nama ini dapat dipanggil
beberapa kali di beberapa tempat dalam program.
Memudahkan dalam mengembangkan
program.
Menghemat ukuran program, terutama
bila ada beberapa deretan instruksi yang sama digunakan pada beberapa tempat
dalam program.
Apabila fungsi tidak memiliki nilai
balik, maka tipe nilai baliknya adalah void.
Fungsi tanpa nilai balik tidak
memerlukan pernyataan return pada definisinya.
ARRAY
Array adalah kumpulan data bertipe
sama yang menggunakan nama sama.
Dengan mengggunakan array, sejumlah
variabel dapat memakai nama yang sama.
– Array berdimensi satu
– Array berdimensi dua
– Array berdimensi banyak
Syntax :
·
Dua Dimensi :
tipe Nama_Array
[indeks1] [indeks2] ;
tipe Nama_Array
[indeks1] [indeks2] = { Nila i };
·
Tiga Dimensi :
tipe Nama_Array
[indeks1] [indeks2] [indeks3];
tipe Nama_Array
[indeks1] [indeks2] [indeks3] ={ Nilai };
· Array 1 Dimensi
tipe nama_var[max_data];
Contoh:
int a[5];
float x[100];
char nama[25];
.
dst.
Cara mengakses data
bertipe array
nama_variabel[alamat]
Misal : Array a
27
|
23
|
35
|
46
|
87
|
à data yang tersimpan di array
|
0
|
1
|
2
|
3
|
4
|
à alamat array (dimulai dari 0)
|
a[0] = 27
a[1] = 23
.
.
a[4] = 87
· Array 2 Dimensi
Contoh deklarasi :
int a[4][5];
0
|
1
|
2
|
3
|
||
0
|
25
|
40
|
26
|
12
|
|
1
|
6
|
8
|
12
|
5
|
|
2
|
1
|
3
|
8
|
9
|
|
3
|
15
|
22
|
13
|
19
|
|
4
|
0
|
5
|
7
|
15
|
|
Mengakses data :
a[0][0] = 25
a[0][1] = 40
.
.
dst
PERULANGAN (Looping)
Perulangan data atau yang biasa
disebut dengan “looping” adalah proses yang dilakukan secara berulang-ulang
sampai batas yang ditentukan. Biasanya bila dalam perulangan tersebut tidak
disertakan batasnya maka syntax akan error karena proses itu akan berulang
terus hingga tak terhingga sementara variabel dalam komputer masih terbatas.
Jenis Looping:
a. For
Syntax : for (inisialisasi;
syarat; penambahan) {pernyataan}
inisialisasi : keadaan awal dari
variabel control
syarat
: ekspresi relasi yang merupakan kondisi
penambahan : pengatur perubahan
nilai variabel control
Contoh :
for
(i=0;i<10;i++)
{
p=2+i;
}
b. While
Syntax: while
(kondisi) {pernyataan}
i=0
while (i<10)
{
p=2+i;
i++;
}
c. Do While
Syntax: Do
{pernyataan} While(kondisi);
Syntax : for
(inisialisasi ; syarat ; penambahan) {pernyataan}
i=0
do
{
p=2+i;
i++;
}while (i<10)
Perbedaan antara FOR,
WHILE, dan DO-WHILE :
· For :
untuk mengulang suatu proses yang telah diketahui
jumlahnya.
· While : Pre Tested Loop
untuk mengulang suatu proses yang belum diketahui
jumlahnya. Pengecekan kondisi akan dilakukan terlebih dahulu. Jika kondisi
masih bernilai true, maka looping akan terus berlanjut.
· Do-while : Post Tested Loop
untuk mengulang suatu proses yang belum diketahui
jumlahnya. Instruksi akan dijalankan lebih dahulu, kemudian dilakukan
pengecekan kondisi apabila masih bernilai true maka looping akan terus
berlanjut.